Langsung ke konten utama

Night Thought

Beberapa bulan ini lagi disibukin dan dipusingin banget sama pencarian kerja. Aku wisuda bulan Oktober kemarin, yang berarti sejak saat itu statusku menjadi unemployed. Not so sure ini nulis di sini adalah curhat atau mencoba membagikan positive vibes haha.


Karena gini, jujur masih banyak temen-temenku sendiri yang statusnya juga masih unemployed, tapi di sisi lain ada juga yang sudah mendapatkan pekerjaan. Akibatnya, kita-kita yang masih unemployed akhirnya sering tukar cerita tentang apa yang kita alamin, yaa meskipun kurang lebih intinya sama aja tapi rasanya lebih lega bisa menceritakan keluh kesah dan unek-unek ke sesama pejuang karena kita ada di posisi yang sama.



Meskipun gitu, ada aja negative vibes yang terselip di dalamnya hahaha. Tanpa disadari, saat-saat kaya gini, kita sama-sama butuh dukungan moral dari orang lain. Bukannya gak bisa jalanin sendiri, tapi biar gimanapun dan sampe kapanpun kita emang butuh support dari orang lain. Saat ada satu yang lelah, yang lain (meskipun juga lagi lelah) dengerin dan menguatkan. Atau kalo memungkinkan, kasih saran secara objektif (well, karena kadang orang hanya ingin didenger aja, makanya aku bilang “kalo memungkinkan”).



Intinya sebenernya, saling support sih. Dan juga diusahain jangan sampe ketika kita lagi lelah trus cerita, ngeluh dan denialnya keterlaluan yang berujung pada penebaran negative vibes ke orang yang lagi kita curhatin. Selain gak enak didenger, kaya gitu tuh berpotensi matiin semangat orang yang kita curhatin. Jahat kan jatohnya kalo udah kaya gitu? Hehe. Untung kalo orang yang kita curhatin kuat, kalo enggak kan bisa ambyar kejadian dia patah semangat.



Kalo udah gitu? Siapa mau tanggung jawab coba?



Balik lagi, kita yang harus inget dan bisa kontrol diri. Kekuatan setiap orang itu beda-beda, banyak faktor yang memengaruhi dan membentuk di belakangnya. Belom tentu apa yang sepele dan gak berarti apa-apa bagi kita, juga sepele dan gak berarti apa-apa bagi orang lain. Oke gengs? :)



Hal lain yang juga penting adalah kita tetep harus percaya bahwa setiap orang sudah punya waktu dan rejekinya masing-masing. Hidup terus berjalan, hari terus berganti. Selama kita terus usaha, berdoa, dan evaluasi, artinya kita sudah dan sedang tidak menyianyiakan apapun untuk berkembang sampai akhirnya waktu dan harapan kita pun datang.



Boleh sedih, boleh khawatir, boleh nangis. Tapi ujung-ujungnya kita pun sadar kita gak bisa berhenti kan? Kita tetep harus lanjut :)



Yakinlah bahwa semua ada waktunya dan waktu itu tepat. Inget lagi bahwa bahkan sejak kita masih di dalam kandungan, rejeki adalah salah satu hal yang sudah ditentukan Tuhan.






“Kalau kita saja kehilangan percaya bahwa rejeki kita sudah ditentukan oleh Tuhan, bagaimana caranya Tuhan memercayakan rejeki tersebut untuk diterima dan ada di genggaman kita?”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan Malas, Tapi Tidak Punya Pilihan

Kali ini mau cerita tentang pengalaman pribadi yang aku gak pernah lupa. Sekali dua kali, aku mencoba melakukan kegiatan sosial yang sebenarnya sudah banyak juga orang lain lakukan; membagikan makanan ke orang-orang yang dirasa membutuhkan di pinggir jalan. Di tengah keramaian itu, ada seorang ibu yang mendekat dengan dua anak kecil yang beliau bawa. Usianya mungkin sekitar 40 tahun-an. Saat ku berikan makanan yang ku bagikan kepada mereka, si Ibu berkata "Terima kasih, mbak. Udah beberapa hari saya belum makan, dan cuma kasih anak-anak saya nasi dengan garam sama kerupuk." Sebuah ungkapan -terlepas apakah itu benar atau bohong- yang aku kira cuma ada di cerita-cerita aja, gak pernah aku sangka itu akan pernah aku dengar di telingaku sendiri. Singkat cerita, sedikit perbincangan kami di sana, aku mengetahui bahwa ibu tersebut tadinya bekerja sebagai buruh harian, namun sejak pandemi, pekerjaannya terhenti, dan si ibu berusaha tetap menyambung hidup dengan mencoba menjual tisu...

COME AND SEE THE HISTORIES

Seodaemun Prison History Museum, Seoul, Korea Selatan Museum yang terletak di Seodaemun Independence Park awalnya adalah sebuah penjara lalu diubah menjadi museum yang dibangun tahun 1910. Penjara ini dipakai oleh tentara Jepang untuk memenjarakan dan menyiksa nasionalis Korea. Beberapa bangunan masih original dan dibuka untuk masyarakat. Di sini kamu bisa lihat sel-sel kecil dan sempit yang harus dihuni tahanan. Spot paling menyeramkan adalah ‘ Place of Experience’ , yaitu tempat dimana kamu bisa melihat manekin yang sedang menjalani siksaan yang dilakukan oleh tentara Jepang. Suara-suara teriakan, jeritan, dan rintian juga bisa kamu dengar disini. Bila turun ke bawah basement , kamu akan melihat lebih banyak display siksaan yang harus diterima oleh tawanan. Museum Medieval Torture Instruments, Praha, Republik Ceko Museum ini digunakan untuk memperlihatkan sejarah di Eropa tentang penyiksaan mengerikan pada para penyihir, ahli bid’ah dan musuh negara. Lebih dari 60...

Unique Facts From Europe

1. Kota yang menjadi bagian dari dua benua eropa Eropa bagian dari 2 benua Merdeka.com - Istanbul, ibukota dari negara Turki adalah satu-satunya kota di dunia yang menjadi bagian dua benua besar, yaitu Eropa dan Asia. Turki sendiri memiliki dua ibukota, Ankara yang secara yurisdiksi masuk benua Asia dan Istanbul yang diresmikan sebagai ibukota Turki bagian Eropa. Wilayah kota Istanbul terbelah oleh Selat Bosporus. Istanbul dinobatkan menjadi ibukota kebudayaan Eropa pada tahun 2010 oleh Uni Eropa. Sepanjang sejarah, kota ini telah menjadi ibukota banyak kerajaan. Sekarang kota ini menjadi tujuan wisata, terutama bagi mereka yang ingin merasakan sensasi menjejakkan kaki di dua benua sekaligus. Hanya dengan menumpangi kapal ferry, siapapun sudah bisa menyeberang dari Asia ke Eropa atau sebaliknya. 2. Negara terkecil di dunia Merdeka.com - Mungkin Anda sudah tahu kalau negara dengan wilayah terbesar di dunia, yaitu Rusia terletak di kawasan...